Sabtu, 23 Februari 2019

Kenapa Rata-rata Usia Nikah 25-26 ?

Ups! satu lagi undangan wedding mampir di facebook ku. Seneng pasti, mendengar berita gembira dari beberapa kawan yang akan melangsungkan hari bahagianya. Banyak kawan yang mengirimkan berita tak terduga. Artinya? Yap! Si ini ternyata dapat Si itu, temen-temen kita sendiri yang tak terkira-kira; wah Si ini sudah mendahului kita, padahal dulu kelihatannya culun banget dibanding kita, atau Si itu waaahhh ... loh kok sudah nikah, padahal kemaren baru putus cinta ... namanya juga jodoh ya? He...

Kalo aku perhatikan, teman-teman seangkatanku sekarang sudah mulai pada nikah di tahun ini (2010). Teman seangkatan di SMP, SMA, ataupun kuliah. Rata-rata usia mereka di tahun ini, baik cewek ataupun cowok adalah 25-26 tahun? Mengapa? Kalo aku perhatikan, memang di usia ini banyak yang bilang sudah "pas" ... maksudnya? Sebentar-sebentar, saya baru googling sejenak untuk mendapatkan data ... tapi kok nggak temu ya? Lalu, aku coba simpulkan sendiri dari pengamatanku, kira-kira begini:

1. Rata-rata usia lulus S1 minim adalah 22-23 tahun, ada juga yang telat hingga 26 tahun. Belum lagi setelah lulus dan mendapat pekerjaan rata2 paling lama 1 tahun. Ada juga yang belum dapat hingga 2 tahun.

2. Rata-rata kalo orang menjalin hubungan (pacaran) ,,, katakanlah 4 tahun sudah ideal untuk belajar saling klop (itungannya dimulai dari semester akhir S1, biar semangat ngerjakan skripsi :-)

3. Umm...di usia ini, sudah sangat matang faktor biologis mungkin ya ... harus ada sarana untuk "mengimplementasikannya" :-)

4. Konon, bagi cewek...usia ini sudah sangat matang dan maksimal untuk menikah...ada yang bilang masa kritis...??? (hehehehe...I don't agree overall)

Apalagi ya ... mungkin banyak sekali alasan yang melatarbelakangi 25-26 jadi usia yang pas buat married ...

Selasa, 29 Januari 2019

Rasanya Nganggur Setelah Kuliah

Postingan ini di buat untuk mahasiswa baru agar mengetahui rasanya setelah lulus kuliah.

Cerita ini bermula di November 2018. Saya dari lulus dari PTS ketika baru menginjak Umur 23 tahun, dari awal masuk kuliah memang rasanya menyenangkan memiliki banyak teman. Selama kuliah saling main sana kemari ke kos atau rumah temen. Tapi semua berubah ketika mendekati Wisuda. Setiap Perguruan Tinggi pasti mengundang beberapa perusahaan ternama untuk merekrut lulusan mahasiswa mereka. Tapi perlu di ketahui, dari sekian mahasiswa yang melamar hanya beberapa saja yang di panggil untuk interview tahap selanjutnya. 

Kebetulan saya lolos pada tahap pertama, tapi ketika di undang untuk interview tahap ke 2 di perusahaan mereka, ternyata masih banyak juga mahasiswa dari Perguruan Tinggi Lain yang juga ikut interview tahap ke 2. 

Mulai dari interview tahap ke- 2 itulah saya tidak lolos mendapat kerja. Tapi beruntungnya teman saya bisa di terima di perusahaan tersebut sebagai IT Staff. Ternyata dari puluhan orang yang melamar hanya 2 orang saja yang lolos (termasuk teman saya).

Ketika ada lamaran CPNS 2018, eh syaratnya harus ada ijasah, Lah ijazah ku bisa di ambil waktu wisuda :sad:

Setelah Wisuda, pasti rasanya setiap orang senang telah lulus dari masa kuliah 4 tahun. Tapi di balik itu semua hidup lu akan di uji. 1 Bulan setelah wisuda, aku mulai mengisirahatkan pikiran sejenak. 1 bulan kemudian, aku mulai mencari Pekerjaan, yang notabene bisa aku lakukan entah itu butuh lulusan SMA, D3, S1 yang terpenting adalah pengalaman pekerjaan.

" Aku mulai berpikir apa aku memang salah jurusan ?? "

Seperti di perlu tahu, kebanyakan perusahaan mencari Jobseeker yang memiliki pengalaman pekerjaan, tapi tidak juga ada kalanya yang tidak memiliki pekerjaan juga di panggil tes atau interview. 

Dari bulan Desember 2018 - 30 Januari 2019 sudah banyak lamaran online yang aku masukkan, tapi perlu di perhatikan dalam melamar online. Pastikan lamaran online yang kalian apply memiliki info perusahaan yang valid ( bisa mengecek alamat atau popularitasnya ), jika kalian di hubungi untuk datang ke alamat yang tidak ada hubungan dengan kantor utama perusahaan tersebut bisa di bilang penipuan.

Dari puluhan lamaran belum ada satupun panggilan masuk untuk tes atau interview. Aku mulai mencari informasi tentang teman teman yang pernah dekat dengan ku. Ternyata dari mereka juga belum ada yang membahas informasi tentang pekerjaan mereka. Tapi sebagian juga ada yang mulai menggantikan pekerjaan orang tua mereka seperti berdagang kelontong, warung dll. Tidak juga sebagian temanku mulai berkeliling wilayah untuk menikmati alam Indonesia. 

Aku juga berpikir " apa aku harusnya masuk jurusan manajemen ?! "

Rasanya hidup kayak gak berguna.. udah kuliah mahal mahal malah gak ada kerjaan :sad:

Selama proses menjadi Jobseeeker aku turut membantu usaha orang tua saya. Mungkin aku beruntung memiliki orang tua yang memiliki usaha walau untungnya tidak pasti. Masih banyak orang lain yang mungkin sudah tidak memiliki orang tua atau hidupnya pas pas-an

>> to be continue